Kata Pengantar
Puja dan puji kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat Beliau-lah kami dapat menyelesaikan makalah saya yang berjudul“Metode
Karyawisata”. Pada makalah ini kami membahas khusus mengenai bagaimana
penerapan metode karyawisata dalam pembelajaran yang diterapkan di dunia
pendidikan
Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak
yang terlibat di dalamnya. Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak
yang terlibat di dalam proses pembuatan makalah ini baik yang terlibat langsung
maupun tidak.
Kami sebagai manusia menyadari bahwa dalam penyampaian dan penyajian materi
dalam makalah ini tidak terlepas dari kesalahan. Kami pun menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karenanya Kami sangat mengharapkan adanya
kritik dan saran yang membangun agar saya dapat lebih menyempurnakan lagi
makalah ini.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini dapat berguna bagi para
pembaca sekalian terutama bagi para pendidik maupun calon pendidik yang sedang menjalani
pendidikan guna mempersiapkan diri dalam dunia pendidikan terutama dunia mendidik
pelajar.
Singaraja,
08 September 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 2
1.3 Tujuan dan Manfaat .............................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................................... 3
2.1 Pengertian Metode Karyawisata............................................................................. 3
2.2 Langka- langkah Penggunaan Metode Karyawisata ........................................... 4
2.3 Kelebihan dan Kekurangan Metode Karyawisata ............................................... 6
2.4 Contoh Penerapan
Metode dalam Pembelajaran (RPP) ...................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................................. 10
3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 10
3.2 Saran......................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan proses melakukan bimbingan, pembinaan
atau pertolongan yang diberikan oleh orag dewasa kepada perkembangan anak untuk
mencapai kedewasaaanya dengan tujuan agar anak cukup mampu untuk melaksanakan
tugas hiduppnya sendiri secara mandiri tidak terlalu bergantung terhadap
bantuan dari orang lain .Proses
pembelajaran merupakan
tahapan-tahapan yang dilalui dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif,
dan psikomotorik seseorang, dalam hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki
oleh siswa atau peserta didik.
Belajar
mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai
interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didi. Interaksi yang bernilai
edukatif dikarenakan kegiatan belaar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan.
Uru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan
memanfatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
Metode mengajar merupakan suatu pengetahuan tentang cara
cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain
ialah sebagai teknik pengajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau
menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut
dapat ditangkap, dipahami dn digunakan oleh siswa dengan baik. Didalam
kenyataan cara atau metode mengajar atau teknik penyajian yang digunakan guru
untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang berbeda dengan cara yang
ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan
serta sikap. Metode yang diigunakan untuk mmotifasi siswa agar mampu
menggunakan pengetahuannya untuk memcahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun
untuk menjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk
tujuan agar siswa mampu berfkir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam
menghadapi segara persoalan.
Metode
karya wisata merupakan salah satu metode yang sering
diterapkan .dalam pembelajaran sejarah
yang merupakan metode pengajaran yang lakukan dengan jalan mengajak anak-anak
keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang ada
hubungannya dengan bahan pelajaran.
1.2
Perumusan
Masalah
Adapun rumusan
masalah dari pembahasan yang akan kami bahas antara lain :
1.1.1
Apa itu Metode Karya Wisata?
1.1.2
Bagaimana langkah langkah penggunaan Metode Karyawisata?
1.1.3
Apa kelebihan dan kekurangan Metode Karyawisata?
1.1.4
Bagaimana contoh penerapan metode dalam pembelajaran (RPP)?
1.3
Tujuan
dan Manfaat
1.3.1
Untuk mengetahui pengertian Metode Karyawisata.
1.3.2
Untuk mengetahui langkah langkah Metode Karyawisata
1.3.3
Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Metode Karyawisata
1.3.4
Untuk mengetahui contoh penerapan Metode Karyawisata
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Metode Karyawisata
Metode karyawisata merupakan suatu cara
penguasaan bahan pelajaran oleh para anak didik dengan jalan membawa mereka
langsung ke objek yang terdapat di luar kelas atau dilingkungan kehidupan
nyata, agar mereka dapat mengamati atau mengalami secara langsung. Metode
karyawisata diterapkan antara lain karena objek yang akan dipelajari hanya
terdapat di tempat tertentu. Selain itu pengalaman langsung dapat membuat
setiap anak didik lebih tertarik kepada pelajaran yang disajikan sehingga anak
didik lebih ingin mendalami ikhwal yang diminati dengan mencari informasi dari
buku buku sumber lainnya serta menumbuhkan rasa cinta kepada alam sekitar
sebagai ciptaan Tuhan. Metode karyawisata berfungsi pula memberikan hiburan
kepada anak didik dan rekreatif.
Dalam proses belajar mengajar kadang kadang siswa perlu
diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain.
Hal ini bakan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajaran dengan melihat kenyataan. Karena
itu, dikatakan teknik karyawisata, adalah cara mengajar yang dilaksanakan
dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk
mempelajari/ menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik, peninggalan
bersejarah, toko serba ada, bengkel, suatu peternakan atau perkebunan, museum,
dan sebagainya.
Metode karya wisata akan dapat di pergunakan :
1.
Apabila
pelajaran yang dimaksudkan untuk memberi pengertian lebih jelas dengan alat
peraga langsung.
2.
Apabila
akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air, dan
menghargai ciptaan Tuhan.
3.
Apabila
akan mendorong anak mengenal lingkungan dengan baik.
Teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut :
1.
Dengan
melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung
dari obyek yang dilihatnya.
2.
Dapat turut
menghayati tugas pekerjaan milik seseorang,
3.
Dapat
bertanya jawab mungkin dengan demikian
mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun
pengetahuan umum,
4.
Bisa
melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya
dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa
mempelajari beberapa mata pelajaran
Saran-saran pelaksanaannya antara lain :
1.
Hendaknya
tujuan pelajaran dirumuskan dengan jelas, sehingga
kelihatan wajar tidaknya metode ini di pergunakan.
2.
Hendaknya
diselidiki terlebih dahulu objek yang akan dituju dengan memperhatikan hal-hal
yang sekiranya akan menjadi kesulitan.
3. Hendaknya dijelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisaya dan disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.
3. Hendaknya dijelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisaya dan disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.
2.2
Langkah-langkah Penggunaan Metode Karyawisata
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya
perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Masa
persiapan guru perlu menetapkan:
1) Perumusan
tujuan instruksional yang jelas.
2) Pertimbangkan
pemilihan teknik itu.
3)
Keperluan menghubungi pemimpin obyek yang
akan dikunjungi, untuk merundingkan segala sesuatunya.
4)
Penyusunan perencanaan yang masak, membagi
tugas-tugas dan menyiapkan sarana.
5)
Pembagian siswa dalam kelompok, mengirim
utusan.
b.
Perencanaan
Hasil
kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka menyusun
perencanaan yang meliputi: tujuan karyawisata, pembagian objek sesuai dengan
tujuan,jenis objek sesuai dengan tujuan, jenis objek serta jumlah siswa.
1)
Hasil kunjungan pendahuluan dibicarakan bersama dalam rangka menyusun
perencanaan yang meliputi : tujuan karya wisata, pembagian obyek sesuai dengan
tujuan, jenis obyek, dan jumlah siswa.
2)
Dibentuk panitia secara lengkap.
3)
Menentukan metode mengumpulkan data yaitu dengan cara wawancara, pengamatan
langsung, dokumentasi.
4)
Penyusunan acara selama karya wisata berlangsung.Kepada para siswa harus
ditanamkan disiplin dan menaati jadwal yang telah direncanakan sehingga
pelaksanaan lancer sesuai dengan rencana.
5)
Mengurus perizinan.
6)
Menentukan biaya, penginapan, konsumsi serta peralatan yang diperlukan.
c. Masa
pelaksanaan karya wisata:
1) Pemimpin
rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya.
2) Memenuhi
tata tertib yang telah ditentukan bersama.
3) Mengawasi
petugas-petugas pada setiap seksi dan juga tugas-tugas kelompok sesuai dengan
tanggung jawabnya.
4) Memberi
petunjuk bila dipandang perlu.
d. Masa
kembali dari karya wisata:
1) Mengadakan
diskusi mengenai segala hal hasil dari karya wisata itu.
2) Menyusun
laporan, paper atau kesimpulan yang diperoleh.
3) Tindak
lanjut dari hasil kegiatan karya wisata seperti; membuat grafik, gambar, model-model, diagram, alat-alat lain
dan sebagainya.
e. Pembuatan Laporan
Akhir
karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil
karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang
diperoleh, menindak lanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik,
gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Hasil yang diperoleh
dan kegiatan karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah
disepakati bersama.
2.3
Kelebihan dan Kekurangan Metode
Karyawisata
2.3.1 Kelebihan
a.
Karyawisata
memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b.
Membuat apa yang
dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di
masyarakat.
c.
Pengajaran serupa
ini dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
d.
Informasi sebagai
bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
e.
Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta
mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin
diperoleh di sekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat
khusus atau keterampilan mereka.
f.
Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para
petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung
yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.
g. Dalam kesempatan ini, siswa dapat bertanya
jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala
persoalan yang dihadapinya, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran
teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.
h. Dengan objek yang ditinjau itu siswa daoat
memperoleh bermacam macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang
tidak terpisah pisah dan terpadu.
2.3.2 Kekurangan
a.
Fasilitas yang
diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh siswa atau
sekolah.
b.
Sangat memerlukan
persiapan atau perencanaan yang matang
c.
Memerlukan
koordinasi dengan guru serta bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang
tindih waktu dan kegiatan selama karyawisata
d.
Dalam karyawisata
sering unsur rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang
unsur studinya menjadi terabaikan
e.
Sulit mengatur siswa yang banyak dalam
perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi
permasalahan, sehingga perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di
proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.
2.4
Contoh Penerapan Metode dalam Pembelajaran (RPP)
Dalam pengimplementasian metode karyawisata dalam
belajar dan pembelajaran, tidak terlepas dari suatu perencanaan yakni melalui
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ini salah satu contoh RPP
dengan menggunakan metode karyawisata.
2.4.1 Contoh 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA/MA . : SMA Negeri 1
Jembrana
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester: X/1
Alokasi Waktu: 2 x 45 menit
I. STANDAR KOMPETENSI
·
Memahami Prinsip Dasar Ilmu
Sejarah.
II.
KOMPETENSI DASAR
·
Mendeskripsikan Tradisi
Sejarah dalam Masyarakat Indonesia
Masa Praaksara dan Masa Aksara
III.
INDIKATOR
·
Mendeskripsikan cara
masyarakat masa prasejarah
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
·
Siswa dapat mendeskripsikan
cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya
·
Siswa dapat
menyebutkan ciri ciri tradisi lisan
·
Siswa dapat
mengidentifikasi tradisi masyarakat masa prasejarah pada system kepercayaan,
mata pencahariaan, kemasyarakatan, budaya dan seni, dan pengetahuan
V.
MATERI AJAR
·
Cara masayarakat
masa prasejarah mewariskan masa lalunya
·
Tradisi lisan
·
Tradisi
masyarajat masa prasejarah pada system kepercayaan, mata pencaharian,
kemasyarakatan, budaya dan seni , dan pengetahuan
VI.
METODE PEMBELAJARAN
·
Ceramah
·
Tanya Jawab
·
Karyawisata
·
Penugasan
VII.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.
Kegiatan Awal
·
Guru menyiapkan peserta
didik yang akan pergi karya wisata
·
Guru menghitung jumlah siswa
sebelum masuk bis dan menghitung kembali di dalam bis.
·
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dengan metode karya wisata ini dan menyampaikan kegiatan-kegiatan
yang harus dilakukan ketika observasi berlangsung.
·
Guru menjelaskan kembali
bahwa obyek karyawisata mereka adalah Museum Gilimanuk
2.
Kegiatan Inti
·
Guru menjelaskan sedikit
materi mengenai cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya dengan
secara langsung ditunjukkan bukti-bukti yang sudah ada di museum.
·
Guru menerangkan dengan
singkat mengenai unsur-unsur tradisi dan sistem kebudayaan manusia dan membagi
peserta didik menjadi beberapa kelompok.
·
Siswa melakukan observasi
dan mencatat segala sesuatu yang ditemukan di dalam museum.
·
Guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya, baik kepada petugas museum maupun kepada guru itu
sendiri.
·
Kelompok melakukan unjuk
kerja dalam diskusi intern di dalam museum secara kelompok mengenai kebenaran
teori yang diperoleh dari beberapa buku materi (tradisi masyarakat masa
prasejarah) dengan mengaitkan hasil dari observasi (kenyataan yang ada;
benda-benda yang bersejarah di museum).
3.
Kegiatan Akhir
·
Refleksi
1.
Guru memberikan kesimpulan
tentang hasil diskusi yang dilaksanakan di dalam museum.
·
Evaluasi
1.
Kognitif yaitu guru
memberikan tugas membuat resume hasil observasi kepada masing-masing kelompok
2.
Afektif yaitu melalui
keseriusan melakukan observasi dan diskusi intern.
VIII.
SUMBER/ALAT BELAJAR
1.
Kurikulum KTSP dan
perangkatnya
2.
Pedoman Khusus Pengembangan
Silabus KTSP SMA
3.
Buku sumber Sejarah SMA
4.
Peta konsep
5.
Buku-buku penunjang yang
relevan
6.
Internet
7.
Unjuk kerja dalam bentuk
diskusi mengenai tradisi masyarakat masa prasejarah
8. Portofolio
dalam bentuk uraian analisis mengenai tradisi bercerita di daerahnya.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Metode karyawisata merupakan suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh
para anak didik dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat di
luar kelas atau dilingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau
mengalami secara langsung.
Keunggulan metode karya wisata antara lain: karyawisata memiliki
prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran,
siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para
petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung
apa pekerjaan mereka.
Kelemahan dari metode ini, antara lain: fasilitas yang diperlukan
dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah,
sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, memerlukan koordinasi
dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan
kegiatan selama karya wisata.
3.2
Saran
Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahan, karena keterbatasan pengetahuan dan kekurangan
rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan makalah ini
Penulis banyak berharap para
pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis
demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada
khusunya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ula P. 2013. Metode Karya Wisata. http://pembelajaranpattaula.blogspot.com/2013/11/metode-karya-wisata.html (diakses pada 8 September 2015)
Rahman A. 2012. http://ariefrahmanudin87.blogspot.com/2012/01/contoh-rpp.html (diakses pada 8 September 2015)
Jhoul. 2012. Belajar Sejarah Dengan Metode Karyawisata
Sangat Mengasyikkan. https://jhoul.wordpress.com/2012/07/20/belajar-sejarah-dengan-metode-karyawisata-sangat-mengasyikkan/ (diakses
pada 8 September 2015)
Ma’rifah N. 2012. http://khoir123.blogspot.com/2012/10/metode-pembelajaran-resitasi-drill.html (diakses
pada 8 September 2015)
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta : PT Asdi Mahasatya
Syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT
Asdi Mahasatya
Syaiful. 2000. Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT
Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar