Kamis, 08 Desember 2016

Kata Pengantar



Puja dan puji kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat Beliau-lah kami dapat menyelesaikan makalah saya yang berjudul“Metode Karyawisata”. Pada makalah ini kami membahas khusus mengenai bagaimana penerapan metode karyawisata dalam pembelajaran yang diterapkan di dunia pendidikan
Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang terlibat di dalam proses pembuatan makalah ini baik yang terlibat langsung maupun tidak.
Kami sebagai manusia menyadari bahwa dalam penyampaian dan penyajian materi dalam makalah ini tidak terlepas dari kesalahan. Kami pun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karenanya Kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun agar saya dapat lebih menyempurnakan lagi makalah ini.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini dapat berguna bagi para pembaca sekalian terutama bagi para pendidik maupun calon pendidik yang sedang menjalani pendidikan guna mempersiapkan diri dalam dunia pendidikan terutama dunia mendidik pelajar.


         
Singaraja, 08 September 2015

                                                Penyusun







DAFTAR ISI

COVER ............................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah .................................................................................................. 2
1.3  Tujuan dan Manfaat .............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 3
2.1  Pengertian Metode Karyawisata............................................................................. 3
2.2  Langka- langkah Penggunaan Metode Karyawisata ........................................... 4
2.3  Kelebihan dan Kekurangan Metode Karyawisata ............................................... 6
2.4  Contoh Penerapan Metode dalam Pembelajaran (RPP) ...................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................................. 10
3.1  Kesimpulan .............................................................................................................. 10
3.2  Saran......................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses melakukan bimbingan, pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh orag dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaaanya dengan tujuan agar anak cukup mampu untuk melaksanakan tugas hiduppnya sendiri secara mandiri tidak terlalu bergantung terhadap bantuan dari orang lain .Proses pembelajaran merupakan tahapan-tahapan yang dilalui dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang, dalam hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa atau peserta didik.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didi. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belaar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Uru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
Metode mengajar merupakan suatu pengetahuan tentang cara cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik pengajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dn digunakan oleh siswa dengan baik. Didalam kenyataan cara atau metode mengajar atau teknik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Metode yang diigunakan untuk mmotifasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memcahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun untuk menjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan agar siswa mampu berfkir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapi segara persoalan.
Metode karya wisata merupakan salah satu metode yang sering diterapkan .dalam pembelajaran sejarah yang merupakan metode pengajaran yang lakukan dengan jalan mengajak anak-anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran.

1.2         Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari pembahasan yang akan kami bahas antara lain :
1.1.1        Apa itu Metode Karya Wisata?
1.1.2        Bagaimana langkah langkah penggunaan Metode Karyawisata?
1.1.3        Apa kelebihan dan kekurangan Metode Karyawisata?
1.1.4        Bagaimana contoh penerapan metode dalam pembelajaran (RPP)?
1.3         Tujuan dan Manfaat
1.3.1        Untuk mengetahui pengertian Metode Karyawisata.
1.3.2        Untuk mengetahui langkah langkah Metode Karyawisata
1.3.3        Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan  Metode Karyawisata
1.3.4        Untuk mengetahui contoh penerapan Metode Karyawisata







BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Pengertian Metode Karyawisata
Metode karyawisata merupakan suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh para anak didik dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat di luar kelas atau dilingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau mengalami secara langsung. Metode karyawisata diterapkan antara lain karena objek yang akan dipelajari hanya terdapat di tempat tertentu. Selain itu pengalaman langsung dapat membuat setiap anak didik lebih tertarik kepada pelajaran yang disajikan sehingga anak didik lebih ingin mendalami ikhwal yang diminati dengan mencari informasi dari buku buku sumber lainnya serta menumbuhkan rasa cinta kepada alam sekitar sebagai ciptaan Tuhan. Metode karyawisata berfungsi pula memberikan hiburan kepada anak didik dan rekreatif.
Dalam proses belajar mengajar kadang kadang siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain. Hal ini bakan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam  pelajaran dengan melihat kenyataan. Karena itu, dikatakan teknik karyawisata, adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/ menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik, peninggalan bersejarah, toko serba ada, bengkel, suatu peternakan atau perkebunan, museum, dan sebagainya.
Metode karya wisata akan dapat di pergunakan :
1.      Apabila pelajaran yang dimaksudkan untuk memberi pengertian lebih jelas dengan alat peraga langsung.
2.      Apabila akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air, dan menghargai ciptaan Tuhan.
3.      Apabila akan mendorong anak mengenal lingkungan dengan baik.
Teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut :
1.      Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya.
2.      Dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang,
3.      Dapat bertanya jawab mungkin dengan  demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum,
4.      Bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran
Saran-saran pelaksanaannya antara lain :
1.      Hendaknya tujuan pelajaran dirumuskan dengan jelas, sehingga kelihatan wajar tidaknya metode ini di pergunakan.
2.      Hendaknya diselidiki terlebih dahulu objek yang akan dituju dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya akan menjadi kesulitan.
3. Hendaknya dijelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisaya dan disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.


2.2         Langkah-langkah Penggunaan Metode Karyawisata
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Masa persiapan guru perlu menetapkan:
1)      Perumusan tujuan instruksional yang jelas.
2)      Pertimbangkan pemilihan teknik itu.
3)    Keperluan menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi, untuk merundingkan segala sesuatunya.
4)    Penyusunan perencanaan yang masak, membagi tugas-tugas dan menyiapkan sarana.
5)    Pembagian siswa dalam kelompok, mengirim utusan.

b.      Perencanaan
Hasil kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi: tujuan karyawisata, pembagian objek sesuai dengan tujuan,jenis objek sesuai dengan tujuan, jenis objek serta jumlah siswa.
1)      Hasil kunjungan pendahuluan dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi : tujuan karya wisata, pembagian obyek sesuai dengan tujuan, jenis obyek, dan jumlah siswa.
2)      Dibentuk panitia secara lengkap.
3)      Menentukan metode mengumpulkan data yaitu dengan cara wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi.
4)      Penyusunan acara selama karya wisata berlangsung.Kepada para siswa harus ditanamkan disiplin dan menaati jadwal yang telah direncanakan sehingga pelaksanaan lancer sesuai dengan rencana.
5)      Mengurus perizinan.
6)      Menentukan biaya, penginapan, konsumsi serta peralatan yang diperlukan.

c.       Masa pelaksanaan karya wisata:
1)      Pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya.
2)      Memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama.
3)      Mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi dan juga tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggung jawabnya.
4)      Memberi petunjuk bila dipandang perlu.

d.      Masa kembali dari karya wisata:
1)      Mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil dari karya wisata itu.
2)      Menyusun laporan, paper atau kesimpulan yang diperoleh.
3)      Tindak lanjut dari hasil kegiatan karya wisata seperti; membuat grafik, gambar, model-model, diagram, alat-alat lain dan sebagainya.

e.       Pembuatan Laporan
Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindak lanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dan kegiatan karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama.





2.3         Kelebihan dan Kekurangan Metode Karyawisata
2.3.1     Kelebihan
     a.       Karyawisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan  nyata dalam pengajaran.
    b.      Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
      c.       Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
      d.      Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
      e.       Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh di sekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau keterampilan mereka.
      f.       Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.
     g.      Dalam kesempatan ini, siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapinya, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.
    h.      Dengan objek yang ditinjau itu siswa daoat memperoleh bermacam macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah pisah dan terpadu.

2.3.2     Kekurangan
     a.       Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah.
      b.      Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang
    c.       Memerlukan koordinasi dengan guru serta bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karyawisata
     d.      Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsur studinya menjadi terabaikan
     e.       Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan, sehingga perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.


2.4         Contoh Penerapan Metode dalam Pembelajaran (RPP)
Dalam pengimplementasian metode karyawisata dalam belajar dan pembelajaran, tidak terlepas dari suatu perencanaan yakni melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ini salah satu contoh RPP dengan menggunakan metode karyawisata.
2.4.1     Contoh 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA/MA    . : SMA Negeri 1 Jembrana
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester: X/1
Alokasi Waktu: 2 x 45 menit

I. STANDAR KOMPETENSI
·         Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah.

II. KOMPETENSI DASAR
·         Mendeskripsikan Tradisi Sejarah dalam Masyarakat Indonesia Masa Praaksara dan Masa Aksara

III. INDIKATOR
·         Mendeskripsikan cara masyarakat masa prasejarah

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN              
·         Siswa dapat mendeskripsikan cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya
·         Siswa dapat menyebutkan ciri ciri tradisi lisan
·         Siswa dapat mengidentifikasi tradisi masyarakat masa prasejarah pada system kepercayaan, mata pencahariaan, kemasyarakatan, budaya dan seni, dan pengetahuan

V. MATERI AJAR
·         Cara masayarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya
·         Tradisi lisan
·         Tradisi masyarajat masa prasejarah pada system kepercayaan, mata pencaharian, kemasyarakatan, budaya dan seni , dan pengetahuan

VI. METODE PEMBELAJARAN
·         Ceramah
·         Tanya Jawab
·         Karyawisata
·         Penugasan

VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.      Kegiatan Awal
·         Guru menyiapkan peserta didik yang akan pergi karya wisata
·         Guru menghitung jumlah siswa sebelum masuk bis dan menghitung kembali di dalam bis.
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan metode karya wisata ini dan menyampaikan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan ketika observasi berlangsung.
·         Guru menjelaskan kembali bahwa obyek karyawisata mereka adalah Museum Gilimanuk
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan sedikit materi mengenai cara masyarakat masa prasejarah mewariskan masa lalunya dengan secara langsung ditunjukkan bukti-bukti yang sudah ada di museum.
·         Guru menerangkan dengan singkat mengenai unsur-unsur tradisi dan sistem kebudayaan manusia dan membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
·         Siswa melakukan observasi dan mencatat segala sesuatu yang ditemukan di dalam museum.
·         Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, baik kepada petugas museum maupun kepada guru itu sendiri.
·         Kelompok melakukan unjuk kerja dalam diskusi intern di dalam museum secara kelompok mengenai kebenaran teori yang diperoleh dari beberapa buku materi (tradisi masyarakat masa prasejarah) dengan mengaitkan hasil dari observasi (kenyataan yang ada; benda-benda yang bersejarah di museum).
3.      Kegiatan Akhir
·         Refleksi
1.      Guru memberikan kesimpulan tentang hasil diskusi yang dilaksanakan di dalam museum.
·         Evaluasi
1.      Kognitif yaitu guru memberikan tugas membuat resume hasil observasi kepada masing-masing kelompok
2.      Afektif yaitu melalui keseriusan melakukan observasi dan diskusi intern.

VIII. SUMBER/ALAT BELAJAR
1.      Kurikulum KTSP dan perangkatnya
2.      Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA
3.      Buku sumber Sejarah SMA
4.      Peta konsep
5.      Buku-buku penunjang yang relevan
6.      Internet
7.      Unjuk kerja dalam bentuk diskusi mengenai tradisi masyarakat masa prasejarah
8.      Portofolio dalam bentuk uraian analisis mengenai tradisi bercerita di daerahnya.






BAB III
PENUTUP
      
3.1  Kesimpulan
Metode karyawisata merupakan suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh para anak didik dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat di luar kelas atau dilingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau mengalami secara langsung.
Keunggulan metode karya wisata antara lain: karyawisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka.
Kelemahan dari metode ini, antara lain: fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah, sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata.

3.2  Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan, karena keterbatasan pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan makalah ini
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khusunya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.









DAFTAR PUSTAKA

Ula P. 2013. Metode Karya Wisata. http://pembelajaranpattaula.blogspot.com/2013/11/metode-karya-wisata.html (diakses pada 8 September 2015)

Rahman A. 2012. http://ariefrahmanudin87.blogspot.com/2012/01/contoh-rpp.html (diakses pada 8 September 2015)

Jhoul. 2012. Belajar Sejarah Dengan Metode Karyawisata Sangat Mengasyikkan. https://jhoul.wordpress.com/2012/07/20/belajar-sejarah-dengan-metode-karyawisata-sangat-mengasyikkan/ (diakses pada 8 September 2015)

Ma’rifah N. 2012. http://khoir123.blogspot.com/2012/10/metode-pembelajaran-resitasi-drill.html (diakses pada 8 September 2015)

Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Asdi Mahasatya

Syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Asdi Mahasatya


Syaiful. 2000. Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta